Rangkasbitung dalam Sejarah Indonesia

Hari itu, 22 Januari 1857, langit Rangkasbitung dihiasi awan putih bersemu kelabu ketika seorang Belanda yang ditugaskan sebagai Asisten Residen di Kabupaten Lebak berpidato. Puluhan orang berbaju rapih, duduk berjajar teratur menghadap sang Asisten Residen yang baru dilantik itu. Suasana takzim terpancar dari roman muka hadirin, terlebih dari sinar mata Asisten Residen yang memulai pidatonya.
”Tapi saya lihat, bahwa rakyat tuan-tuan  miskin, dan itulah yang ”menggembirakan” hati saya.... Katakan kepada saya, bukankah si petani miskin? Bukankah padi menguning seringkali untuk memberi makan orang yang tidak menanamnya? Bukankah banyak kekeliruan di negeri tuan?”

Demikianlah tukilan pidato Eduard Douwes Dekker alias Multatuli alias Max Havelaar di hadapan para petinggi Kabupaten Lebak. Pidato yang kritis itu dilakukan di serambi kantor di Rangkasbitung, sehari setelah pengangkatannya sebagai Asisten Residen Lebak.

Pernyataan kegembiraan Douwes Dekker mengenai banyaknya rakyat miskin di Kabupaten Lebak bermakna sebagai sindiran halus, bagi para petinggi di Rangkasbitung. Melalui sindiran itu, dia berharap terjadi perubahan kinerja di kalangan pemerintahan di Rangkasbitung, yang saat itu terkenal korup.

Tingginya pajak, panen yang selalu gagal, kesenjangan ekonomi-sosial yang lebar dan menurunnya produksi ternak, menjadi sebuah keniscayaan yang tak terelakkan bagi penduduk Rangkasbitung, dan Lebak pada umumnya. Korupsi besar-besaran di kalangan pejabat pemerintahan kala itu, pun semakin menurunkan standar hidup penduduk. Situasi ini  juga dialami di hampir seluruh daerah di Banten. Sehingga, pada masa selanjutnya, beberapa faktor pemiskinan tersebut, menjadi pemicu gerakan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial.

Begitulah kondisi umum Kabupaten Lebak di zaman kolonial, yang digambarkan secara gamblang oleh Douwes Dekker dalam novelnya ”Max Havelaar atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda”. Benar, Douwes Dekker tak pernah berhasil mengangkat taraf hidup penduduk Lebak lebih baik; alih-alih, melalui sebuah konspirasi rivalnya, ia difitnah dan berhasil dicampakkan dari jabatannya sebagai Asisten Residen. Namun demikian, kendati dia seorang pegawai kolonial, semangatnya untuk melakukan perubahan dan meningkatkan taraf hidup penduduk Lebak, menjadi contoh yang patut ditiru.

Rangkasbitung dan Revolusi Indonesia

Kemiskinan telah menjadi keseharian penduduk Lebak. Dan dampaknya dari faktor itu pula, sifat radikalisme terbangunkan. Sejak pemberontakan komunis 1926, Rangkasbitung sebagai ibukota Lebak, menjadi kota terpenting kedua di Banten setelah Serang. Kota ini selalu dijadikan basis pergerakan politik para tokoh revolusioner Banten.

Pada Juni 1945 misalnya, menjelang menyerahnya Jepang, beberpa pemuda Banten yang tergabung dalam Badan Pembantu Keluarga Peta (BPP) dan beberapa unsur pemuda lainnya, mengadakan sebuah pertemuan rahasia di kediaman Tachril, di Rangkasbitung. Pertemuan yang disponsori oleh BPP itu, dilakukan untuk membicarakan kemungkinan kemerdekaan Indonesia pasca menyerahnya Jepang dan memilih wakil Banten untuk menghadiri konferensi pemuda di Jakarta pada 9 Agustus 1945.

BPP adalah sebuah organisasi sosial yang memberikan bantuan kepada keluarga dari prajurit-prajurit Peta dan Heiho yang sudah meninggal. Organisasi ini menerbitkan dua kali sebulan majalahnya, dengan nama Pradjurit. Majalah ini dipimpin oleh Oto Iskandardinata dan Sjamsudin Sutan Makmur (Nugroho Notosusanto: 1979).

Dalam pertemuan Rangkasbitung itu, hadir pula Tan Malaka, tokoh pergerakan yang ketika berada di Banten mengubah namanya menjadi Ilyas Husein. Sebagian besar pemuda yang hadir dalam pertemuan, menyatakan akan memutuskan setiap hubungan kerjasama dengan Jepang dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sebagian kecil lainnya berpendapat, masih perlu menjalin kerjasama dengan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Di tengah hiruk pikuk perdebatan, Tan Malaka mengemukakan pendapatnya, supaya perbedaan taktis itu hendaknya diselesaikan di konferensi Jakarta saja. Kemudian Tan Malaka menambahkan, bahwa perlu dibentuk sebuah organisasi sendiri dengan pemimpinnya sendiri yang sama sekali tak berhubungan dengan Jepang. Akhirnya pertemuan diakhiri dengan memilih Tan Malaka sebagai wakil Banten. Selain itu, terpilih juga enam orang radikal lainnya, Tje Mamat adalah salah satunya.

Pertemuan Rangkasbitung tersebut jarang disebut, dalam sejarah Indonesia, kecuali dicatat dalam laporan Tan Malaka, yang kemudian dikutip oleh Harry A. Poeze dalam bukunya ”Pergulatan Menuju Republik: Tan Malaka 1925-1945”. Pertemuan Rangkasbitung itu, diyakini menjadi tonggak awal beberapa peristiwa  lain yang mewarnai kondisi politik Banten selama periode awal revolusi.

Dewan Perwakilan dan Terbunuhnya Bupati R.T. Hardiwinangun

Hubungan tokoh-tokoh revolusioner di Banten dengan Tan Malaka pada periode Jepang hingga masa awal kemerdekaan Indonesia, terjalin dengan dekat. Tokoh besar yang riwayatnya diselubungi misteri itu berhasil menanamkan pengaruh kuat dikalangan tokoh-tokoh tersebut. Didirikannya Dewan Rakyat oleh Tje Mamat diyakini, oleh karena anjuran Tan Malaka kepada segenap eksponen perjuangan di Banten, untuk mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan demi kemerdekaan rakyat semata.

Kekacauan politik dan kekosongan pemerintahan, menyebabkan munculnya tindakan-tindakan beberapa kelompok politik, khususnya veteran pemberontakan 1926, untuk membalaskan dendam mereka kepada pejabat pemerintah, polisi dan orang-orang  Belanda. Suasana revolusi yang euforistik mendorong kaum ulama mengambil alih kepemimpinan. Atas dasar itulah K.H. Achmad Chatib diangkat sebagai residen Banten. Kendati demikian, pemerintahan yang baru itu tak dapat segera mengendalikan keadaan. Pembunuhan tetap terjadi dimana-mana.

Di pihak lain, Tje Mamat dengan Dewan Perwakilan Rakyatnya semakin leluasa bergerak, bahkan dalam level tertentu mereka menjelma, menjadi penguasa Banten yang sesungguhnya. Tujuan mereka hanyalah satu: mencapai kemerdekaan rakyat Indonesia yang hakiki. Hubungan Dewan Rakyat dengan Pemerintahan Pusat RI di Jakarta yang renggang, membuat gusar Presiden Soekarno. Beberapa media massa di Jakarta memberitakan bahwa Banten, dibawah kendali Dewan Rakyat akan memisahkan diri dari Republik. Aksi bersenjata untuk membubarkan Dewan Rakyat pun dilakukan oleh TKR, Namun hal  itu tak semudah yang diperkirakan pemerintah Jakarta. Dewan Rakyat tetap berkuasa.

Hingga akhirnya, Presiden Soekarno disertai Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Jaksa Agung Mr. Kasman Singodimedjo, mengunjungi Serang dan Rangkasbitung pada tanggal 9-12 Desember 1945. Dalam pidatonya di Rangkasbitung, Bung Karno mengatakan, bahwa kedaulatan rakyat jangan ditafsirkan secara harfiah. Adalah penting untuk menjaga persatuan nasional dalam bingkai Negara Republik Indonesia. Bung Hatta yang terkenal pendiam pun turut bicara, ia mengatakan, bahwa Dewan Rakyat tak berguna dan harus dibubarkan.

Ketika Bung Karno dan Bung Hatta berada di Rangkasbitung, beberapa anggota Dewan Rakyat menculik dan membunuh Bupati Lebak R.T. Hardiwinangun di daerah Cisiih. Para penculik datang kepadanya dengan mengaku sebagai utusan Presiden Soekarno. Peristiwa pembunuhan itu tidak lain bertujuan untuk menunjukkan kepada Presiden Soekarno, bahwa Dewan Rakyat tidak main-main dengan tujuannya. Tetapi pada akhirnya Dewan Rakyat dibubarkan, dan para pembunuh Bupati R.T. Hardiwinangun berhasil ditangkap. Banten tetap menjadi bagian integral Republik Indonesia.

Setitik Rangkasbitung dalam Belanga Sejarah Indonesia

Seluruh rangkaian peristiwa tersebut, menunjukkan pergolakan sejarah yang pernah terjadi di Banten, khususnya di Rangkasbitung sebagai salah satu kota terpenting dalam aktivitas politik di Banten. Rangkasbitung dengan segala kekurangan dan kelebihannya memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Kendati hanya sebuah kota kecil, Rangkasbitung, atau Kabupaten Lebak dalam skala yang lebih luas, merupakan memorabilia perjuangan bangsa yang sudah selayaknya diperkenalkan ke segala penjuru Indonesia, bahkan dunia.

Oleh karena itu, penting bagi segenap komponen masyarakat di Kabupaten Lebak untuk bersama-sama mengambil hikmah dari sejarah dan mewarisi serta memaknai sifat radikalisme rakyat Banten dalam bingkai transformasi yang progresif. Penggalan kisah diatas, merupakan rekreasi ke masa lampau yang bertujuan merefleksikan kembali berbagai hal dimasa lalu, sehingga kita bersama dapat mengambil pelajaran serta melakukan kritik dan otokritik bagi diri kita, sebagai bagian dari sejarah Rangkasbitung.

Sejarah ibarat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tanpa KTP kita takkan memiliki identitas, yang tentu akan sangat merepotkan. Begitu pula sejarah, tanpa seorang individu atau sekelompok masyarakat, bagaikan kehilangan ingatan (amnesia) dan tak memiliki jati diri. Dan Rangkasbitung, adalah seumpama satu pilar penyanggga bangunan sejarah Indonesia. Menghilangkan peran Rangkasbitung dalam sejarah Indonesia, sama halnya dengan meruntuhkan bangunan sejarah itu sendiri.

Sejalan dengan semua itu, Rangkasbitung sebagai salah sebuah kota bersejarah, menyimpan berbagai memori penting dalam kaitannya dengan sejarah Indonesia. Sejak zaman kolonial hingga awal kemerdekaan, Rangkasbitung terkenal sebagai salah satu pusat radikalisme rakyat Banten. Selain beberapa peristiwa penting, juga banyak tokoh nasional yang dilahirkan atau mengawali karirnya di kota ini.

Bagi Benjamin Mangkoedilaga misalnya, mantan hakim agung yang terkenal karena keberaniannya memutus TEMPO tak bersalah dalam kasus pembredelan tahun 1994, Rangkasbitung adalah sebuah kota yang memberinya inspirasi. Dari kota ini pula ia memulai kesuksesannya sebagai hakim. Oleh karena itu, untuk mengenang kembali pergaulannya dengan Rangkasbitung, ia menulis sebuah buku dengan judul ”Dari Alun-alun Timur Rangkasbitung ke Medan Merdeka Utara”.

Wajar jika W.S. Rendra menciptakan sebuah puisi ”Doa Pemuda Rangkasbitung Rotterdam”, dan harapan ribuan warga lainnya: semoga tak ada lagi ketimpangan sosial-ekonomi yang mendera, tak ada lagi kemiskinan yang meililit dan tak ada lagi korupsi yang merajalela.
Sumber : http://www.salakanagara.org/_/articles/rangkasbitung-dalam-sejarah-indonesia
http://rangkasku.web.id/artikel/220-rangkasbitung-dalam-sejarah-indonesia.html

Posted in | Leave a comment

KAMI JUAL GULA SEMUT GULA AREN DAN MINYAK CENGKEH

ANDA MUNGKIN BELUM TAHU BAHWA SAYA BERSAMA CV ALTERNATIF YANG BERLOKASI DI JALAN RAYA RANGKASBITUNG KM10 SAJIRA LEBAK BANTEN MENJUAL GULA SEMUT DENGAN HARGA RP.13.100,-- PER KG, GULA AREN (GULA KOJOR) DIJUAL RP. 9.300,-- PER KG DAN MINYAK CENGKEH (HARGA HUBUNGI KAMI).

Posted in | 4 Comments

FOTO-FOTO RANGKASBITUNG LEBAK BANTEN





Posted in | Leave a comment

Menyadap Aren

Penarep "sebutan bagi orang yang menyadap Aren"

Pengambilan Nira dilakukan jika pohon enau berusia 10 tahun dengan tinggi 15-20 meter. Agar Nira yang dihasilkan maksimal, pohon enau dibersihkan dari tumbuhan pengganggu, termasuk buahnya, sehingga yang tertinggal cuma tandannya.
Kelopak seputar tandan buah yang tumbuh tiap dua kali seminggu itu diketuk-ketuk dengan menggunakan pemukul khusus yang dibuat dari batang kayu dadap sepanjang 40 cm. Main tepuk itu berjalan sekitarlima menit dan berlangsung satu setengah bulan.

Pohon Aren


Memanen Bioethanol dari Pohon Aren

Pohon Aren bisa hasilkan 7,5 persen bioethanol
INDONESIA memang negeri yang kaya sumber bahan alam. Buktinya dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh Kementrian Negara Riset dan Teknologi, salah satu peneliti mengatakan bahwa Aren bisa menjadi sumber bioethanol. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung dengan persentase sebesar 7,5 persen dari produksi 15 liter per hari, maka untuk jangka waktu satu bulan saja bisa dihasilkan hingga 500 liter bioethanol. Padahal jumlah ini termasuk yang minimal dan terhitung untuk satu pohon Aren.

Posted in | Leave a comment

Pohon Aren dan Manfaatnya

Aren merupakan tumbuhan berbiji tertutup dimana biji buahnya terbungkus daging buah. Pohon aren banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini hampir mirip dengan pohon kelapa. Perbedaannya, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih, maka batang pohon aren sangat kotor karena batangnya terbalut ijuk yang warnanya hitam dan sangat kuat sehingga pelepah daun yang sudah tuapun sulit diambil dari batangnya. Semua bagian pohon aren dapat diambil manfaatnya, mulai dari akar (untuk obat tradisional), batang (untuk berbagai macam peralatan dan bangunan), daun muda/janur untuk pembungkus kertas rokok. Hasil produksinya juga dapat dimanfaatkan, misalnya buah aren muda untuk pembuatan kolang-kaling, air nira untuk bahan pembuatan gula merah/cuka dan pati/tepung dalam batang untuk bahan pembuatan berbagai macam makanan.

Untuk dapat diambil patinya (tepungnya), pohon aren harus sudah berumur sekitar 20 tahun. Sampai saat inipun ternyata tepung dari batang pohon aren belum ada penggantinya (tepung substitusinya), sebab tepung aren memiliki keunggulan yang khas.

Cara Membuat Tepung Aren

Pembuatan tepung aren dilakukan melalui terlebih dahulu menebang batang pohon aren kemudian dipotong-potong sepanjang 1,25 - 2 meter. Potongan batang aren kemudian dipecah membujur menjadi empat bagian yang sama besarnya sehingga nampak bagian dalamnya dimana terdapat empelur yang mengandung sel-sel parenchym penyimpan tepung. Kemudian empelur dipisahkan dari kulit dalamnya, kemudian dipotong-potong menjadi 6-8 bagian, lalu digiling dengan menggunakan mesin parut. Hasil parutan berupa serbuk yang keluar dari mesin dikumpulkan kemudian diayak untuk memisahkan serbuk-serbuk dari serat-seratnya yang kasar. Proses selanjutnya adalah mengambil tepung dari serbuk-serbuk halus.

Saat ini telah tercatat ada empat jenis pohon yang termasuk kelompok aren yaitu : Arenge pinata (Wurmb) Merr, Arenge undulatitolia Bree, Arenge westerhoutii Grift dan Arenge ambcang Becc. Diantaranya keempat jenis tersebut yang sudah dikenal manfaatnya adalah arenge piñata, yang dikenal sehari-hari dengan nama aren atau enau.

Bentuk Pohon, Bunga dan Buah

Aren termasuk suku Aracaceae (pinang-pinangan). BAtangnya tidak berduri, tidak bercabang, tinggi dapat mencapai 25 meter dan diameter pohon dapat mencapai 65 cm. Tanaman ini hampir mirip dengan pohon kelapa. Perbedaannya,, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih (pelepah daun yang tua mudah lepas), maka batang pohon aren ini sangat kotor karena batangnya terbalut oleh ijuk sehingga pelepah daun yang sudah tua sulit diambil atau lepas dari batangnya. Oleh karena itulah, batang pohon aren sering ditumbuhi oleh banyak tanaman jenis paku-pakuan.

Tangkai daun aren panjangnya dapat mencapai 1,5 meter, helaian daun panjangnya dapat mencapai 1.45 meter, lebar 7 cm dan bagian bawah daun ada lapisan lilin.

Aren (Arrenge pinnata) mempunyai banyak nama daerah seperti : bakjuk/bakjok (Aceh), pola/paula (Karo), bagot (Toba), agaton/bargat (Mandailing), anau/neluluk/nanggong (Jawa), aren/kawung (Sunda), hanau (dayak,Kalimantan), Onau (Toraja, Sulawesi), mana/nawa-nawa (Ambon, Maluku)

Sumber Wikipedia
http://gulasemutaren.blogspot.com/

Posted in | Leave a comment

cara membuat gula merah

alat yang akan di gunakan dalam membuat gula merah ala jladri,diantranya seperti..:

1.Wajan (Tempat untuk memasak gula merah)

2.Kebuk (Alat yang terbuat dari kayu untuk mengaduk gula merah)

3.Etok etok (Alat yang terbuat dari batok kelapa untuk menuangkan gula yang sudah matang,tapi belum kering ke dalam cetakan gula merah)

4.Papan cetakan (Untuk mencetak gula merah)

5.Plastik (Untuk melapisi catekan supaya tidak nempel ke cetakan)

6.Saringan (Untuk menyaring sajeng/nira yang akan di masak)

7.Kayu bakar (Untuk emasak)

8.Air sajeng/nira (Bahan baku gula merah)

9.Pawon (Tempat untuk meletakan wajan dan nyalanya api)

10.Semengka (Proses sajeng/nira muali matang dan jadi gula)

11.Kitit (Proses mengentalkan sajeng/nira yang sudah matang)



Semua peralatan dan istilah istilah sudah di mengerti dan sudah tersedia,semua peralatan dan bahan sekarang baru mulai proses membuat gula merh ala jladri.

1.Nyalakan dulu kayubakar,kalo sudah nyala diamkan saja dulu.

2.Letakan wajan di atas pawon,lalu,

3.Persiapkan sajeng/nira untuk di masukan ke dalam wajan dan jangan lupa di saring terlebih dahulu.

4.Sajeng/nira di masak sampai mendidih dan sampai semengka.

5.Setelah semengka bahan gula merah itu di kasih ampas kelapa,kalo tidak ada ampas boleh di kasih minyak goreng sedikit.gunanya untuk membantu mempercepat pengentalan sajeng/nira.

6.Selama sajeng/nira itu semengka,harus di aduk terus menerus sampai sajeng itu matang.sajeng yang sudah matang dan bisa di turunkan dari pawon ciri cirinya :

a.Gelembung gelembung sajeng mulai sedikit/jarang.

b.Warna sajeng kuning ke coklat coklatan

c.Sajeng sudah mulai kekel/kental

7. Setelah sajeng itu matang,di aduk terus dan di kitit,sambil di kitit tepi wajan di kasih gula pasir sedikit,gunanya untuk tular supaya gulanya cepat kering.

8.Setelah itu baru gula itu di cetak menggunakan cetakan,cetakan ini biasanya ada yang menggunakan potongan bambu yang kecil lubangnya sesuai kinginan,ada juga yang menggunakan papan yang di bikin cowakan cowakan seperti mangkok,tapi kalo yang ini harus di dasari dengan plasti supaya dalam pengambilan waktu gula sudah kering mudah.

9.Setelah gula sudah di cetak di diamkan beberapa menit,kalo gula itu sudah keras baru gula itu di lepas dari cetakan.

10.Proses pendinginan,sebelum gula merah di simpan terlebih dahulu gula merah itu di dinginkan,supaya dalam penyimpanan tidak leleh/lembek.

Proses pembuatan gula merah ala jladri sudah selesai

Perlu di ingat beberapa hal untuk menghasilkan gula merah yang bagus :

1.Sajeng/nira jangan yang sudah basi,ciri cirinya :warna sajeng sudah berubah dan baunya lain.

2.Api untuk memasak harus kontinyu,jangan sebentar sebantar mati,itu juga mempengaruhi hasil gula

3.Pemakaian bahan pengawet sesuai dengan label yang tertera pada bungkus bahan pengawet itu sendiri.

4.Menghentikan pemasakan harus benar benar di pahami,banyak para pembikit gula merah gagal karena hal tersebut.

Lakukan proses pembuatan gula merah dengan teliti dan kejelian.biasanya para pemula sering mengalami kegagalan karena kurang memperhatikan ke 4 hal di atas.

source;http://darimancool.wordpress.com/2008/02/02/cara-membuat-gula-merah/

Posted in | Leave a comment

Manfaat Jahe

Sari Jahe Merah dan gula aren Diva

 Jahe seperti kita ketahui memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia. Rimpang segarnya dipakai secara luas sebagai bumbu masak yang akan memberi  aroma dan rasa pada makanan.  Fakta ini lah digunakan orang untuk untuk membuat  aneka roti, kue, biscuit, kembang gula dan berbagai minuman.

Sebagai minuman, sari jahe yang dikombinasikan dengan gula aren, creamer atau susu dan beberapa rempah lainya, menciptakan  minuman sehat sekaligus menciptakan sensasi di lidah. Rasa hangat dari jahe, gurih dari susu/creamer dan manis yang legit dari gula aren, akan membuat tubuh kita berterima kasih telah diperkenankan mincicipinya.

Tertarik untuk mencoba? Silahkan research Google untuk mendapatkan resepnya.

http://gula-aren.blogspot.com/

Posted in | Leave a comment

Gula Aren Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

 Sumber : Koran Jakarta
 Kecap, saus, sirup, serta aneka kue basah maupun kering merupakan jenis-jenis bahan konsumsi yang akrab dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Pada makanan atau minuman itu biasanya terkandung pemanis. Sering kali masyarakat kurang menyadari apakah pemanis yang ada dalam bahan konsumsi itu aman bagi kesehatan atau tidak. 

Padahal, tidak sedikit dari makanan atau minuman tersebut menggunakan pemanis buatan yang notabene membahayakan kesehatan. 

Demi menghindari efek negatif dari pemanis buatan, seyogianya masyarakat kembali ke alam alias mengonsumsi makanan dan minuman yang dibuat dari gula asli. Salah satu jenis pemanis natural itu ialah gula dari pati-patian (starch sweetener). 

Gula aren atau sering juga disebut gula merah merupakan salah satu jenis starch sweetener. Gula aren kerap diasosiasikan pula dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. 

Salah satu jenis tanaman yang masuk keluarga palma ialah pohon enau (Arangapinnata). Tanaman itu memiliki akar yang kuat dan menjalar ke mana-mana. 

Selain menghasilkan nira sebagai bahan baku gula aren, enau memberikan banyak manfaat bagi manusia. Beberapa di antaranya ialah buahnya dapat dibuat kolang-kaling sebagai campuran makanan atau minuman, serta ijuknya untuk resapan air, dibuat sapu atau alas lantai (keset). 

Pohon enau yang sudah berusia 15 sampai 20 tahun dapat menghasilkan nira sebanyak 8 liter per hari dan 25 sampai 35 kilogram kolangkaling.

Namun, pada umumnya pohon enau tidak disukai petani, sebab akarnya menjalar ke manamana sehingga merusak tanaman di sekitarnya. Biasanya pohon tersebut tumbuh dan berkembang biak dengan baik di hutan-hutan. 

Dadang Gusyana, Information Officer Indonesian Biotechnology Information Center (IndoBIC), mengatakan gula aren yang dihasilkan dari enau berasal dari bunga (mayang) yang belum mekar. 

Bunga tersebut diikat kuat, terkadang ditekan dengan dua batang kayu pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran pun terhambat. 

Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk memekarkan bunga akhirnya menumpuk menjadi cairan gula, dan bunga pun membengkak. 

Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. 

Cairan tersebut kemudian diambil secara bertahap, biasanya dua hingga tiga kali pengambilan. Setelah itu cairan dipanaskan dengan api sampai mengental. Apabila sudah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkuk-mangkuk yang terbuat dari daun palma. 

Gula pun siap dipasarkan. “Secara umum, pemanis yang terbuat dari nira aren terbilang alami dan organik karena diproduksi tanpa memakai zat kimia sintetis maupun pewarna buatan,” papar Dadang yang juga alumnus jurusan biologi Universitas Padjajaran, Bandung. 

Berdasarkan hasil penelitian Philippine Food and Nutrition Research Institute, diketahui bahwa gula aren memiliki kandungan makro nutrien yang lebih banyak daripada madu dan gula tebu. 

Selain itu, gula aren mengandung nitrogen, klorida (Cl), sulfur, dan boron yang tidak dimiliki pemanis lainnya. 

Secara alamiah, gula aren yang biasanya digunakan untuk pemanis pada kecap memiliki Index Glycemic (GI) yang rendah. 

Hal itu menunjukkan gula aren aman dikonsumsi oleh pengidap diabetes atau efektif untuk menurunkan berat badan. 

Gula aren melepaskan energinya secara perlahan (slow energy release) sehingga tidak akan terjadi kenaikan atau penurunan kadar gula secara tiba-tiba, terlalu tinggi atau terlalu rendah.

http://gula-aren.blogspot.com/

Posted in | Leave a comment

Gula Merah, Gula Kelapa, Gula Jawa dan Gula Semut..?



Image
Istilah gula merah biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan.
Gula kelapa adalah gula yang dihasilkan dari penguapan nira pohon kelapa. Gula kelapa atau dalam perdagangan disebut gula jawa, gula merah atau gula nira, biasanya dijual dalam bentuk setengah mangkok atau setengah elip. Bentuk demikian ini dihasilkan dari cetakan yang digunakan berupa setengah tempurung kelapa (jawa:bathok).kecuali itu, adapula yang menggunakan cetakan bambu, sehingga bentuknya bulat silindris.
Gula KelapaGula kelapa masih banyak digunakan khususnya masyarakat jawa sebagai bumbu masak karena memiliki aroma dan rasa yang khas karamel palma. Disamping itu, gula kelapa juga digunakan untuk pemanis minuman, bahan pembuat kecap, bahan pembuat dodol, dan pembuat kue serta bahan penambah cita rasa pada makanan. Selain gula kelapa dalam setengah tempurung kelapa dan bulat silindris, adapula dalam bentuk gula semut.
ImageGula Semut adalah istilah yang digunakan untuk menamakan gula kelapa dalam bentuk kristal. Gula semut mempunyai keunggulan tersendiri yaitu berbentuk kristal kecil-kecil yang mudah larut dalam air panas ataupun air dingin, disamping itu gula kristal(jawa:gula semut) dapat dibuat menjadi berbagai macam rasa dengan khasiat yang berbeda-beda, misalnya gula kristal rasa jahe dapat mencegah dan menyembuhkan masuk angin, batuk, flu, perut kembung, rasa kencur dapat mencegah dan menyembuhkan pegel linu, encok, sakit perut atau rasa lainnya sehingga apabila dipakai dalam minuman akan memberikan rasa yang khas.

GULA SEMUT! features:

Gula semut memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan gula kelapa pada umumnya diantaranya :


  • Bentuknya kristal dan mudah terlarut.
  • Gula semut dapat ditambahkan berbagai macam flavoring agent alami diantaranya jahe, kencur, temulawak sehingga dapat digunakan sebagai bahan minuman alami.
  • Nilai ekonomisnya lebih tinggi dan memiliki aroma yang khas.
  • Gula semut memiliki umur simpan yang lebih panjang (dengan kadar air 2-3% dengan pengemasan yang tertutup rapat).
Gula Semut mempunyai banyak kegunaan.
  • Sebagai pengganti gula pasir, gula semut sangat nikmat bila dipakai sebagai pemanis minuman teh dan kopi.
  • Menurut para peneliti kandungan gula kelapa cukup baik dibanding gula yang dibuat dari bahan yang lain serta mengandung kalori yang tinggi dan efek sampingnya tidak begitu besar pada tubuh.
  • Selain glukosa, terdapat protein kasar, mineral, vitaminC, riboflavin, thiamine, fosfor dan calsium.
  • Sebagai penguat rasa dan penguat khasiat minuman kesehatan, tambahkan gula semut ke dalam seduhan kunyit asam, temulawak, wedang jahe dan mengkudu.
  • Minuman ini tidak hanya sangat bermanfaat terhadap kebugaran tubuh tapi juga ramah di lidah Selain berfungsi sebagai pemanis biasa, gula semut digunakan dalam industri roti ( bakery), kue- kue, kecap, sirup, makanan bayi dan makanan lainnya.
  • Yang dimanfaatkan bukan hanya rasa manisnya tapi juga warna coklat yang cantik untuk memperkuat tampilan fisik makanan.
 http://www.gulasemutjogja.com/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=1

Posted in | Leave a comment

Belajar Bisnis Gula Semut

Saya bergabung dengan CV. ALTERNATIF sebuah Perusahaan pribumi yang bergerak dibidang usaha Produk Gula Semut. Beralamat di Jalan Raya Rangkasbitung KM 10 Kecamatan Sajira, Rangkasbitung Lebak. Propinsi Banten. Kontak Person : Daddy Reviyanto HP 085216644466.
Menyediakan Produk Gula Semut, Gula Merah dan Minyak Cengkeh.

Posted in | Leave a comment